Seniman Tato di Bali: Banyak yang Minta Ditato di Payudara-Kemaluan  

Seniman Tato di Bali: Banyak yang Minta Ditato di Payudara-Kemaluan

Cerita Seniman Tato di Bali: Banyak yang Minta Ditato di Payudara-Kemaluan

125 Seniman tato unjuk gigi di ajang Bali Tattoo Expo 2023. Mereka pun menceritakan pengalaman menato pelanggan di area privat, dari payudara sampai kemaluan.
Event bergengsi bagi para seniman dan penggemar tato itu berlangsung selama tiga hari dari Jumat (30/6) hingga Minggu (2/7) di Bali Creative Industry Center, Denpasar.

Beberapa seniman tato yang terlibat dalam event tersebut menceritakan pengalamannya saat merajah kulit customer mereka. Mereka dituntut profesional, termasuk ketika menghadapi customer yang ingin memiliki tato pada bagian tubuh sensitifnya, dari dada hingga area selangkangan.

Adef, seniman dari Deftattoo Studio mengaku kerap mendapat pelanggan atau model yang meminta tato di area intim. Dia pernah mendapat menggambar tato di selangkangan, di atas kemaluan, area payudara, hingga pantat. Bahkan, suatu hari customer-nya meminta dibuatkan tato pada bagian penisnya.

“Saya pernah nato, tahu pinokio? Ya, hidung di sana (kemaluan laki-laki). Lagi pula, (mentato) di bagian itu kan memang sangat sulit juga,” tutur Adef, Sabtu (1/7/2023) akhir pekan lalu.
Adef tak ingin pusing dengan kemauan modelnya yang nyeleneh itu. Ia memilih untuk melayani dengan baik dan berkonsentrasi pada gambar yang diinginkan.

“Jadi, saya fokus di gambar saja,” imbuhnya.

Seniman tato lainnya, Yulius Ricco Farento setali tiga uang. Sebagai seniman profesional, permintaan membuat tato di bagian tubuh tertentu adalah hal biasa. Namun, Yulius tak pernah berpikir untuk berbuat tak senonoh terhadap modelnya.

“Awalnya gemetaran. Tapi sekarang, karena memang kami sudah kerja (sebagai seniman tato), jadi sudah nggak mikir ke mana-mana lagi. Hanya fokus saja menggambar,” kata seniman tato dari Flocking Tattoo Collective itu.

Emily, salah seorang model tato di Bali Tattoo Expo 2023 juga tak mempermasalahkan orang yang membuat tato di area tubuh sensitifnya. Dia menganggap hal itu sebagai kesenangan masing-masing orang.

“Tiap orang punya selera yang berbeda. Mereka melakukan itu (tato di organ intim) karena mereka suka,” kata Emily yang tangannya hampir dipenuhi tato itu.

Emily mengaku tak punya keinginan membuat tato di bagian tubuh intimnya. Terlebih, masih ada ruang kosong di area kakinya yang siap untuk dirajah dengan gambar-gambar yang dia inginkan.

“Kakiku ini bagian yang masih banyak ruang kosongnya. Tanganku hampir penuh, punggung juga sudah penuh. Perutku juga ada tatonya,” tutur perempuan yang memiliki tato sejak usia 15 tahun itu.

Tinggalkan komentar